Jambiline.com, Jambi – Tingginya harga daging ayam Broiler (potong) di pasar Tradisional akhir-akhir ini sepertinya masih akan berlanjut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi Ariansyah, mengatakan dari pantauan Tim Satgas Provinsi Jambi, harga daging ayam potong di pasar tradisional Jambi masih belum bergerak turun ke harga normal. Seperti di dua pasar tradisional Kota Jambi, yakni di Pasar Angsoduo dan Talangbajar, harganya masih berkisar Rp.55 ribu hingga Rp.60 ribu perkilogramnya.

Dari hasil inspeksi mendadak (sidak) Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi, diantara penyebab meroketnya harga daging ayam Broiler disebabkan beberapa faktor. Seperti yang pertama, Faktor musiman, permintaan ayam Broiler yang tinggi pasca Hari Raya Idul Fitri dan libur panjang. Permintaan yang sangat tinggi pada waktu itu memaksa peternak memotong semua stoknya, bahkan yang belum memasuki usia panen. Kedua faktor struktural, yakni terlalu panjangnya rantai perdagangan dari peternak ke konsumen.

Lanjut Ariansyah, Faktor terakhir yakni para peternak dilarang oleh Pemerintah menggunakan Antibiotic for Growth Promoter (AGP) pada pakan ternak, termasuk ayam Broiler, sejak tanggal 1 Januari 2018 lalu, berdasarkan Permentan No. 14/2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan Pasal 16.

“Dengan pelarangan antibiotik ini, maka masa panen ayam ras menjadi lebih lama sekitar 1 minggu. Hal ini berdampak membengkaknya biaya pakan yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga jual,” Pungkas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi, Ariansyah saat dihubungi Jambiline.com Via WhatsApp. (Tri)

Komentar Akun Facebook