ads

Jambiline.com, Jambi – Hampir selama dua jam lebih, audiensi Forum Solidaritas Peduli As’ad (FSPA) dengan pihak Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes)  As’ad, terkait kisruh kebijakan dan arogansi salah satu oknum pengurus Yayasan Ponpes As’ad Rabu (26/7) pagi berlangsung. Berbagai persoalan berikut dengan bukti-bukti disampaiakan secara terbuka oleh FSPA di hadapan pengurus yayasan hingga akhirnya mencapai titik kesepakatan.

Audiensi Forum Solidaritas Peduli As’ad (FSPA) yang terdiri dari tokoh masyarakat, para ahli waris Yayasan dan Ikatan Keluarga Besar Pondok Pesantren As’ad (IKAPPA) di aula Ponpes As’ad ini, sebelumnya diterima langsung oleh ketua Yayasan Ponpes As’ad K.H.M Najmi Qodir.

Dalam audiensi tersebut, FSPA menuntut dan mendesak agar ketua Yayasan segera melakukan reformasi kepengurusan, dimana kepengurusan yang sekarang, adanya oknum yang merupakan anak dari ketua Yayasan telah mengambil alih kebijakan Ponpes As’ad, bersikap arogansi dan tanpa adanya tranparansi birokrasi.

“Banyak pengaduan yang masuk ke kami bahwa, Bendahara Umum Yayasan telah mengambil alih kebijakan, salah satunya memecat beberapa orang guru secara sepihak, bersikap arogansi, dan tidak transparansi retribusi serta permaslahan keuangan lainnya, sehingga menimbulkan polemik bahkan menciderai persaan para guru-guru, termasuk wali santri dan kami yang hadir saat ini,” ujar Wan selaku Sekretaris FSPA di hadapan ketua dan pengurus Yayasan.

“Untuk itu kami minta ketua Yayasan agar mengambil sikap tegas dengan melakukan reformasi kepengurusan saat ini,  termasuk mengeluarkan oknum bendahara tersebut dari kepengurusan yayasan, ” tegasnya.

Setelah mendengar tuntutan tersebut, Ketua Yayasan berserta dua pengurus yayasan lainnya sepakat untuk menerima tuntutan FSPA,  dengan syarat memberikan tempo waktu selama dua minggu.

“Pada dasarnya kami menerima tuntutan ini, dimana intinya agar kami melakukan reformasi kepengurusan, demi kebaikan Ponpes As’ad kedepan,  untuk itu beri kami waktu selama dua minggu, untuk mengadakan rapat bersama ahli waris yayasan, terkait bagaimana mekanisme pergantian kepengurusan ini nanti, ” ujar ketua Yayasan K.H.M Najmi Qodir.

Permintaan tersebut pun disepakati dan diterima oleh FSPA, dimana hasil rapat pengurus Yayasan, akan disampaikan kembali di hadapan FSPA pada hari Rabu 8 Agustus 2017 mendatang.

Kesepakatan kedua belah pihak ini pun ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan,  baik dari pihak pengurus yayasan Ponpes As’ad, masyarakat, ahli waris dan para Alumni Ponpes As’ad yang tergabung dalam IKAPA. (JL)

Komentar Akun Facebook