ads

Jambiline.com, Jambi – Korban arisan online atau Arisan Amanah Untung Real (AAUR) terus bertambah. Kali ini dari 334 orang menjadi 395 orang. Sedangkan kerugian juga ikut bertambah dari Rp 5.3 Miliar menjadi Rp 6.2 miliar.

Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Wahyu Bram mengatakan, tersangka ditangkap pada 27 Mei 2021 lalu di Bengkulu. Guna proses lebih lanjut, tersangka dibawa ke Jambi. Dan dengan saat ini tersangka masih di rawat karena kondisinya belum stabil.

“Tersangka masih dalam perawatan, dan saat ini dokter belum menyatakan yang bersangkutan dapat diperiksa. Jadi untuk sementara masih dirawat dirumah sakit. Karena hukum kita menjunjung tinggi HAM, maka kita belum bisa memeriksa tersangka. Dan apabila kesehatannya sudah pulih kembali kita akan lakukan pemeriksaan,” kata Bram diruang kerjanya, Jumat (4/6/2021).

Bram menjelaskan, hingga saat ini, korban penipuan tersebut bertambah, Jumat (4/6/2021) tercatat menjadi 395 orang, yang tersebar di 22 Provinsi yang ada di Indonesia. Untuk kerugiannya bertambah dari Rp 5.3 Miliar menjadi Rp 6.2 miliar.

“Untuk aliran dananya, kita masih telusuri dan masih dalam proses dan mengingat ada prosedur yang dilakukan oleh penyidik. Tapi kami juga melakukan prosedur mendapatkan kabar bahwa sejak kami sampaikan ini di Media korban kembali bertambah, kali ini mencapai 395 orang, dengan kerugian sekitar Rp 6.2 Miliar,” terangnya.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Tim Opsnal Subdit V Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi berhasil menangkap seorang perempuan berinisial DVWS, terkait kasus penggelapan dan penipuan.

Bram menjelaskan, tersangka pada pertengahan tahun 2020 lalu tersangka membuat akun Instagram Arisan Amanah Untung Real (AAUR). Akun tersebut dikelola langsung oleh tersangka dan saksi YR dengan sistem arisan menurut dan opslot.

Tersangka kemudian menawarkan kepada pengguna akun Instagram untuk mengikuti arisan online dengan perantara selebgram/ influencer. Kemudian tersangka mengelola semua member yang dibantu admin grup arisan online, dan semua member menyetor uang arisan kepada tersangka.

Namun pada bulan Mei 2021, tersangka tidak membayarkan arisan member yang seharusnya menerima. Akhirnya, tersangka dilaporkan ke Polda Jambi.

Lebih lanjut, Bram mengatakan tersangka akan dijerat dengan pasal 372 jo pasal 378 KUHPidana dan/atau Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (Tri)

Komentar Akun Facebook