Jambiline.com, Sarolangun- Dalam menghadapi dampak ekonomi akibat penyebaran Pendemi Covid 19 seperti saat sekarang ini, KPHP Limau Unit VII Hulu Sarolangun menggelar kegiatan pameran produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) pada Kamis (19/11) malam di Cafe Asfa Sarolangun. Produk hasil hutan bukan kayu itu diantaranya Garam gunung dari Desa sungai keradak Kecamatan Batang Asai, kerupuk pakis dari kelompok binaan perempuan di bukit bulan, minyak keoayang, serta produk madu yang sudah sampai ke Papua, Jawa, Jakarta dan Batam bahkan sampai ke jepang.

Kepala KPHP Limau Misriadi menyebutkan, saat ini pihaknya terus berupaya membantu peningkatan perekonomian masyarakat Sarolangun, dengan pengembangan produk unggulan yang berasal dari hasil produk hutan bukan kayu yang dilakukan oleh kelompok tani dan kelompok perempuan binaan KPHP Limau.

“Di tengah pandemi ini perekonomian harus tetap tumbuh, kehidupan harus tetap jalan, dan disini kami lakukan promosi dalam rangka upaya pemasaran produk,” katanya.

Dirinya juga menyebutkan, banyak produk HHBK asal Sarolangun yang berpotensi untuk peningkatan ekonomi masyarakat Sarolangun. Salah satunya produk madu yang laris manis dipasaran, tercatat hingga saat ini sekitar 2.000 liter madu telah habis terjual.

“Mudah-mudahan upaya ini sebagai bentuk kontribusi nyata kami dalam menyikapi kondisi pandemi virus corona saat ini,” katanya lagi.

Sementara itu, Asisten II Dedi Hendri mengapresiasi KPHP Limau yang telah melaksanakan kegiatan ini dalam rangka mendorong kegiatan ekonomi produktif terutama di sekitar kawasan hutan.

“Mudah-mudahan ini bisa jadi unit lain dalam memberikan ide, inisiatif dalam mendorong ekonomi masyarakat, karena di masa pandemi ini kegiatan ekonomi hampir saja berhenti, maka kita tidak boleh terlena dengan pandemi ini namun kita tetap mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya.(hendri).

Komentar Akun Facebook