Kuliah Kerja Nyata-Kerja Sosial (KKN-KS) gelombang ke-2 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi (UIN STS Jambi)
ads

Jambiline.com – Penyebaran Covid-19 telah meluas dan berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat, tanpa terkecuali pada dunia pendidikan.

Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru atau era _new normal_, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi (UIN STS Jambi) mempunyai tanggung jawab untuk memutus rantai Covid-19 dan tetap melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Kerja Sosial (KKN-KS) gelombang ke-2 di Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Tanjung Jabung Timur.

Sebagai mahasiswa yang mempunyai semangat dan tekad dalam meraih impian sudah seharusnya memberi perhatian lebih pada masyarakat dan pendidikan Indonesia.

Kelompok KKN-KS UIN STS Jambi disambut baik oleh masyarakat. Kedatangan mereka menjadi harapan besar untuk kemajuan Kelurahan Simpang, terutama dapat merangkul anak muda untuk menyalurkan energi positif, mengembangkan wisata dan budaya Melayu Jambi.

Tepat berada di lokasi makam Orang Kayo Hitam, kelompok KKN-KS mengangkat tema untuk mengenalkan sejarah dan wisata di Provinsi Jambi terutama kepada masyarakat lokal, yaitu peran pemerintah dalam mengembangkan potensi ekowisata berbasis masyarakat lokal. Karena menurut mereka, sejarah dan budaya harus selalu dijaga dan dipertahankan.

Foto makam orang Kayo Hitam, dan makam putri Mayang Mangurai

Syafrijal, S.Pd.I Kepala Kelurahan Simpang berharap dengan kedatangan kelompok KKN-KS UIN STS Jambi dapat membantu memberikan inovasi di daerah tersebut.

“Kami berterima kasih kepada mahasiswa yang sudah datang, kami membutuhkan semangat besar untuk membuat perubahan. Apalagi sudah seharusnya kita memberi tahu masyarakat luas bahwa di sini ada makam Orang Kayo Hitam, makam Orang Kayo Pingai, makam Putri Julan, candi Orang Kayo Hitam 1, Taman Nasional Berbak, rumah anggrek, batik, dan juga ada usaha kerupuk” jelasnya.

Mengangkat tema untuk mengembangkan ekowisata, kelompok KKN-KS UIN STS Jambi akan mengenalkan berbagai tempat wisata yang masih banyak belum diketahui oleh masyarakat luas, bahkan tempat wisata yang tersembunyi. Terlebih untuk makam Orang Kayo Hitam karena Orang Kayo Hitam adalah tokoh besar yang berpengaruh dalam sejarah peradaban Melayu Jambi.

Penulis: Rahma Yuniarsih. (Mahasiswa UIN STS Jambi, Jurusan Ilmu Pemerintahan)

Komentar Akun Facebook