Patung Ilustrasi salah satu jendral yang dimasukan kedalam lubang buaya oleh PKI (doc.net)
ads

[ Oleh : Dirgahayu Juliana Siburian ]

Siapa yang tidak tahu tentang peristiwa G30S/PKI? Tentunya pasti semua sudah tahu bahwa peristiwa inilah yang menjadi penyebab meregangnya nyawa enam jenderal dan satu perwira di dalam sumur nan sempit yang biasa kita sebut dengan “lubang buaya”.

Peristiwa ini sangat menggores luka teramat dalam bagi Indonesia dan masyarakat lainnya hingga sampai saat ini. Bagaimana tidak, putra-putra terbaik Indonesia harus meregang nyawa demi menyelamatkan ideologi pancasila dan NKRI terncinta dari tangan orang-orang yang tidak bermoral seperti para kaum pengikut PKI.

Bagi para pengikut PKI ketujuh putra terbaik Indonesia hanya akan menghambat urusan-urusan duniawi mereka karena kebijakan yang teramat kuat dari para jenderal untuk menjaga Indonesia dari kaum PKI.

Hingga saatnya tiba dimana para pengikut PKI membuat rencana pemberontakan secara besar-besaran dan menghasut para petani agar ikut memberontak demi lancarnya segala urusan mereka. Kita ketahui bahwa G30S/PKI yang dibentuk oleh PKI sendiri mempunyai tujuanĀ  menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno dan mengubah Indonesia menjadi negara komunis.

Pemberontakan berawal dari para kaum PKI yang menculik secara paksa satu persatu para jenderal untuk dibawa ke tempat dimana para pengikut PKI berkumpul dan disitulah para jenderal perlahan demi perlahan disiksa hingga menghembuskan nafas terakhir.

Setelah peristiwa G30S/PKI rakyat menuntut Presiden Sukarno untuk membubarkan PKI. Sukarno kemudian memerintahkan Mayor Jenderal Soeharto untuk membersihkan semua unsur pemerintahan dari pengaruh PKI.

Soeharto bergerak dengan cepat. PKI dinyatakan sebagai penggerak kudeta dan para tokohnya diburu dan ditangkap, termasuk DN Aidit yang sempat kabur ke Jawa Tengah dan kemudian berhasil ditangkap.

Tidak berselang lama presiden Soekarno pun akhirnya lengser dari tahta dan digantikan oleh presiden soeharto, pada era pemerintahan Presiden Soeharto, G30S/PKI selalu diperingati setiap tanggal 30 September. Selain itu, pada tanggal 1 Oktober juga diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila.

Untuk mengenang jasa ketujuh pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa ini, Soeharto juga menggagas dibangunnya monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Selain diabadikan lewat monumen, pada tahun 1984 film dokudrama propaganda tentang peristiwa ini yang berjudul Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI dirilis. Mengingat latar belakang produksinya, banyak yang menduga bahwa film tersebut ditujukan sebagai propaganda politik. Apalagi di era Presiden Soeharto, film tersebut menjadi tontonan wajib anak sekolah yang selalu ditayangkan di TVRI setiap tanggal 30 September malam.

Dirgahayu Juliana Siburian, Mahasiswi Universitas Jambi

Komentar Akun Facebook