ads

Jambiline.com, Batanghari – Harrytama Ade Putra (30) warga RT 25 Mayang Mangurai, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi yang keseharian bekerja sebagai karyawan Telkomsel harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya, dirinya nekat mencuri aki tower milik telkomsel.

Dari informasi yang didapat Harry nekat mencuri delapan aki tower Telkomsel yang berada di Desa Awin, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari.

Modus tersangka dalam menjalankan aksinya, dengan menggunakan surat palsu untuk mengambil aki. Seakan-akan mendapat perintah dari pimpinan Telkomsel Jambi dan diberikan kepada petugas tower telkomsel Desa Awin.

Mendapatkan surat tersebut, petugas tower di Desa Awin mempercayai surat perintah palsu tersebut dan langsung mengambil aki-aki tower Telkomsel tersebut. Setelah mendapatkan aki tersebut Hary langsung menjual aki tersebut di Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Kapolsek Pemayung AKP Iskandar saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan karyawan Telkomsel tersebut. “Iya, benar kita telah mengamankan mantan karyawan Telkomsel yang melakukan pencurian aki,” ungkap Kapolsek Pemayung AKP Iskandar, Kamis (28/2/19).

Kapolsek Pemayung mengatakan, kehilangan aki tower Telkomsel tersebut saat pihak Telkomsel datang ke tower di Desa Awin tersebut.

“Melihat aki tower tidak ada petugas tower langsung curiga dengan Harrytama Ade Putra karena telah menipu petugas tower telkomsel,” terangnya.

Lanjutnya, petugas Telkomsel langsung menunjukan surat dari Hary kepada bos Telkomsel Jambi. Namun, bos Telkomsel Jambi langsung membantah surat perintah tersebut, karena dirinya tidak pernah memerintahkan Harrytama Ade Putra untuk mengambil aki.

Setelah itu, pihak Telkomsel langsung melaporkan hal tersebut ke Polsek Pemayung. “Begitu laporan tersebut masuk anggota Polsek Pemayung langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku Harytama Ade Putra,” jelasnya.

Setelah ditangkap dan diperiksa oleh penyidik, tersangka mengakui perbuatannya menipu pihak Telkomsel dan aki yang dicuri dirinya telah dijual di daerah kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

“Satu aki dijual tersangka senilai 2,8 juta rupiah dan total kerugian pihak telkomsel mencapai 20 juta rupiah,” pungkasnya. (Rhi)

Komentar Akun Facebook