ads

 

Jambiline.com, Jambi – Kasus dugaan pencurian tandan Buah Segar (TBS) milik anak perusahaan Makin Group, yang dilakukan oleh Koperasi Serba Usaha Pelanggan Jaya (KSUPJ) terus berlanjut.

Kali ini, Penyidik Ditreskrimum Polda Jambi sudah menetapkan Ketua KSUPJ Budi Azwar dan juga sebagai Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) sebagai tersangka pada kasus tersebut.

Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Kaswandi Irwan membenarkan status Budi Azwar (BA) sebagai tersangka.

“Kalau penetapannya sudah, minggu kemarin sudah kita gelar, hasil gelar perkara bahwa saudara BA ini, alat buktinya sudah terpenuhi unsur untuk kita tetapkan sebagai tersangka,” tegasnya, Senin (14/6/2031).

Selain itu, dalam minggu ini, Budi Azwar akan kembali di periksa oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jambi berstatus sebagai tersangka, untuk penyelidikan lebih lanjut

“Jadi yang bersangkutan sudah kita panggil, untuk kita periksa sebagai tersangka. Untuk masalah penahanan kita lihat nanti,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Penyidik Ditreskrimum Polda Jambi telah menahan tiga pengurus koperasi yang dilaporkan melakukan pencurian buah kelapa sawit milik PT. Produk Sawit Indo atau anak perusahaan Makin Grup yang dilakukan oleh kelompok Koperasi Serba Usaha Pelang Jaya (KSUPJ).

Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Pol Kaswandi Irwan mengatakan selesai jalani pemeriksaan oleh tim penyidik, ketiga pengurus KSUPJ ditahan setelah cukup bukti dalam kasus pencurian buah sawit milik perusahaan Makin Grup yang berlokasi di Afdeling VI Kebun Taman Raja, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi.

Penyidik Polda Jambi juga sudah memeriksa beberapa saksi dan juga telah mengecek ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tidak hanya itu pihaknya juga sudah memeriksa saksi ahli, sehingga mempunyai minimal dua alat bukti yang sudah terpenuhi.

“Kami telah menetapkan tiga orang tersangka atas dugaan kasus pencurian sawit tersebut dan penyelidikan mengarah kepada pengurus koperasi lainnya,” kata Kaswandi beberapa waktu lalu.

Ketiga tersangka tersebut, yakni A yang merupakan jabatannya Wakil Ketua Koperasi Serba Usaha Pelang Jaya (KSUPJ), S sebagai Sekretaris koperasi dan M adalah Bendahara koperasi, dimana kerugian yang dihitung oleh perusahaan ditafsir sekitar Rp200 juta lebih dari aksi mereka. (Tri)

Komentar Akun Facebook