Kepala Ombudsman RI (ORI) Jambi, Dr. Jafar Ahmad 

Jambiline.com, Jambi – Kepala Ombudsman RI (ORI) Jambi, Dr. Jafar Ahmad mengungkapkan, berdasarkan pengaduan yang masuk dalam catatan  Ombudsman RI Jambi, selama masa pandemi masih ada beberapa lembaga pelayanan atau kantor yang tidak responsif ketika ada informasi ataupun penyampain dari masyarakat yang masuk.

“Tentu hal ini dapat menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat yang menggunakan layanan publik tersebut,” kata Jafar, Selasa (13/10).

Lantaran banyaknya aduan tersebut, Ombudsman Jambi pun memberikan kartu kuning terhadap pelayanan publik di Jambi.

Disampaikan Jafar, pelayanan publik akan terus menjadi sorotan terlebih lagi pada kondisi pandemi saat ini, banyak hal yang berubah dari sistem pelayanan. Kondisi saat ini memaksa semua lembaga pelayanan publik untuk mampu mencari jalan keluar baru, salah satunya dengan melayani secara online (daring), namun tetap dapat maksimal dilakukan tanpa mempersulit pengguna jasa layanan.

Pelayanan publik secara daring perlu dilakukan setiap lembaga guna untuk mengurangi kontak secara langsung demi memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

Ia menjelaskan, ada banyak indikator yang dapat dilihat apakah pelayanan suatu instansi tersebut sudah bagus atau tidak, salah satunya adalah dapat dilihat dari tingkat aktif dan responsifnya itu sendiri.

“Kalau instansi pelayanan publik dapat menerima pegaduan atau informasi dari masyarakat secara aktif dan responsif maka bisa dikatakan instansi tersebut dalam segi pelayanan secara daringnya sudah baik, begitupun sebaliknya,” ujar Jafar.

Menurutnya, dalam pelayanan publik secara daring perlu adanya penyederhanaan dan kepastian yang jelas supaya dapat mempermudah pengguna layanan.

Kepastian dalam pelayanan publik yang dimaksudkan ialah kepastian dari sisi persyaratan, kepastian waktu, hingga tarif layanan. Jafar mengingatkan lembaga penyelenggara layanan publik dengan metode daring harus mampu memastikan bahwa kanal yang dimiliki (WA, e-mail, website), selain aktif, tapi juga responsif terhadap pengguna layanan.

“Lembaga pelayanan publik tidak cukup hanya sebatas aktif saja, namun juga harus responsif guna untuk menghasilkan kepuasan bagi masyarakat dalam pelayanan itu sendiri,” tutur Jafar.

Dalam hal ini Ombudsman RI Jambi mendorong bagi lembaga pelayanan yang dirasa masih belum optimal dan mencontoh instansi pelayanan yang sudah melaksanakan hal tersebut secara optimal.

“Ombudsman RI Jambi mengimbau dan mengingatkan seluruh penyelenggara layanan publik dapat memberikan pelayanan terbaik di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai,” tandasnya (cn)

Komentar Akun Facebook