ads

Jambiline.com, Sarolangun – Sebagai bentuk penolakan keras terhadap penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dengan menggunakan alat berat Excavator yang saat ini masih terus beroperasi dibeberapa wilayah dalam Kabupaten Sarolangun. Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lintas OKP Kabupaten Sarolangun melakukan aksi unjuk rasa pada Selasa, (05/04/2021).

Awalnya, para pendemo berencana menyampaikan aspirasinya itu dilintas jalan sumatera, namun mengingat keamanan dan ketertiban berlalu lintas, upaya itu dihadang oleh pihak kepolisian, sehingga massa hanya bisa melangsungkan orasinya di tepi jalan lintas Sumatera, tepatnya disamping jalan menuju tepian cik minah Sarolangun.

Kordinator Aksi Phadil Kusairi mengatakan, pihaknya menilai bahwa penindakan hukum untuk para pelaku PETI di Kabupaten Sarolangun belum maksimal, hal itu dibuktikan dengan masih beroperasinya Excavator PETI di wilayah Kecamatan Limun.

“Kami menilai kerja itu belum maksimal, karena belum ada hasilnya, contohnya dulu pernah ada penertiban dengan ditandatangani matrai 10.000, untuk para pelaku, sampai hari ini alat itu masih saja berkeliaran,” tegasnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh Pendemo, alat berat Excavator yang saat ini masih beroperasi di kawasan tersebut jumlahnya mencapai sekitar 30 unit excavator.

“Sebelum aksi ini, kami sudah survey, dan berdasarkan investigasi dilapangan, jelas dilokasi batang sungai sipa itu, diangka 30 alat masih beroperasi bebas, dan juga di sungai batang limun yang menuju ke Desa Lubuk Bedorong,” katanya lagi.

Tak hanya itu, para Pendemo juga mendesak dan mengajak Pemerintah Kabupaten Sarolangun untuk duduk bersama, terkait dengan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang sempat dicanangkan oleh Pemkab setempat.

“Kalau memang harus diputuskan untuk solusi IPR, kalau itu memang memungkinkan, itu tujuan kita maka akan kaji bersama ini,” tandasnya. (Hry)

Komentar Akun Facebook