Pengamat : 2 Nama Paling Potensial Pada Pilwako Jambi

0
80
Ilustrasi Dua Kandidat yang Maju Pada Pilwako Jambi (konten Jambiline.com)

Jambiline.com – Pertarungan politik di Kota Jambi pada 2024 nanti akan banyak kemungkinan yang tercipta, pasalnya banyak tokoh-tokoh yang bermunculan dan mulai secara perlahan melancarkan manuver-manuver politiknya.

Pengamat Politik Jambi dari Universitas Nurdin Hamzah, Pahrudin HM mengatakan, politik di Kota Jambi akan berlangsung sengit, mengingat Kota Jambi sebagai Barometer politik di Provinsi Jambi.

“Sebetulnya Kota Jambi itu sangat penting bagi kontestasi politik di provinsi Jambi. Jumlah penduduk terbesar, DPT terbesar, artinya pasti diincar oleh kandidat manapun dalam konteks politik apapun apalagi di Pilgub,” ungkapnya, Rabu (22/6/2022).

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Putin ini mengungkapkan, dari hasil survei yang dilakukannya, untuk saat ini popularitas Maulana masih berada di atas.

“Hari ini harus kita akui memang Maulana terdepan, kenapa karena dia punya banyak momen untuk tampil di publik sebagai wakil walikota. Bahkan ada kecenderungan Maulana ini seperti dilepas oleh Fasha, silakan ambil posisi saya sebagai pejabat publik, mungkin untuk kepentingan pilwako. Jadi semacam ada restu buktinya apa, ya dia memberikan banyak momen kegiatan publik kepada Maulana,” paparnya.

Ia melihat bahwa kepopuleran Maulana yang menjabat wakil walikota saat ini masih sulit untuk dikejar hingga awal tahun depan.

“Kita tahu jabatan Maulana dan Fasha tahun depan berakhir. Prediksi kami untuk saat ini memang sulit untuk mengejar ketertinggalan popularitas. Bagaimanapun dengan kesempatan Maulana tampil di publik membuat Maulana populer. Ini akan cenderung stagnan sampai tahun depan, jadi untuk saat ini jangan dulu berbicara untuk mengalahkan Maulana,” ujarnya.

Pengamat Politik Jambi, Pahrudin

Kendati demikian, dirinya menambahkan bahwa tahun depan adalah momentum yang tepat bagi kandidat lainnya mengejar ketertinggalan sebelumnya dari Maulana.

“Tapi kandidat lain meningkatkan popularitas dia sendiri dulu tidak usah melihat kekiri kanan dulu. Tetapi tahun depan baru mulai ketika Maulana tidak bisa lagi tampil sebagai Wakil Walikota Kota atau mewakili Walikota nah di situlah waktunya,” kata Paharudin.

Ia menambahkan, bahwa pada tahun depan tidak lagi hanya berbicara mengenai popularitas, tetapi lebih dari itu bisa sampai kepada elektabilitas.

“Ketika itu tidak lagi bicara popularitas. Popularitas itu sekarang, tapi nanti baru bicara suka tidak suka atau elektabilitas,” tambahnya.

Dia pun menyebutkan ada beberapa nama yang berpeluang untuk maju dalam kontestasi Pilwako Jambi mendatang. Ada nama Maulana, Budi Setiawan, Abdullah Sani, Ratu Munawaroh, Rahman, Mezi aksento, Alfarabi, hingga Rocky Candra.

Tetapi menurutnya seandainya saat ini dibikin simulasi pertarungan politik di Kota Jambi 2024 mendatang, dirinya mengatakan hanya akan ada beberapa nama yang paling potensial.

Menurutnya yang hampir pasti maju dalam perhelatan Pilwako Jambi mendatang yaitu ada nama Wakil Walikota Jambi saat ini Maulana dan Ketua Umum KONI Provinsi Jambi Budi Setiawan.

“Kalo simulasi bisa tiga untuk Pilwako. Kalo boleh menyebut nama yaitu Maulana, Budi Setiawan, dan antara Abdullah Sani atau Ratu,” tukasnya.

Ia menambahkan bahwa sebagai pesaing terdekat Maulana, Budi Setiawan sangat potensial karena mempunyai modal sosial yang sangat besar untuk maju dalam Pilwako.

“Karena popularitas Budi Setiawan cukup besar juga di Kota Jambi. Popularitas dia sebagai Ketua Golkar Kota dan KONI itu kan modal sosial yang sangat besar untuk Kota. Golkar dari sisi elektabilitas di Kota cukup besar memang dibawah Gerindra tapi di angka 8-9 persen bahkan nyaris 10 persen. Beda dengan yang lain tadi, bahkan sekelas Maulana kalo Nasdem gitu-gitu aja dia akan sulit nanti,” tuturnya.

Terlepas daripada semua itu ia berharap bahwa nantinya setidaknya akan ada tiga pasangan calon yang bertarung pada Pemilihan Walikota Jambi mendatang untuk menghindari adanya polarisasi politik.

“Kalo dua janganlah ya, tiga bagusnya. Kalo dua itu rawan polarisasi seperti di pilpres,” tutupnya.(ANH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here