Ilustrasi Pembelajaran Daring (Doc :Net)
Ilustrasi Pembelajaran Daring (Doc :Net)
ads

Saat ini, dunia sedang dihadapkan pada permasalahan global yakni Wabah Corona Virus Disease (COVID 19) atau lebih dikenal dengan Virus Corona. Wabah Covid 19 di Indonesia telah meluas ke berbagai wilayah. Pemerintah melalui Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim memutuskan untuk memindahkan proses pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran secara daring dan diumumkan melalui Surat Edaran Nomor 36962/MPK.A/HK/2020. Dengan demikian pembelajaran di rumah secara daring diberlakukan pada seluruh tingkatan pendidikan.

Pembelajaran secara daring, serta merta menyadarkan kita akan potensi luar biasa internet yang belum dimanfaatkan sepenuhnya dalam berbagai bidang, termasuk dalam bidang pendidikan. Saat ini, pendidikan bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun.
Namun, dibalik ini semua terdapat nilai positif dan negatif dari suatu peristiwa. Atau setidaknya kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Meskipun secara formal kegiatan pembelajaran bisa dilaksanakan secara daring. Namun, bagaimana dengan pendidikan karakter anak dimasa pandemi ini, rasanya menjadi sedikit terabaikan.

Sebelumnya, ketika kegiatan pendidikan di sekolah, pendidikan karakter dilakukan dengan pengawasan langsung oleh guru. Kegiatan-kegiatan yang mendukung pendidikan karakter juga bisa dilakukan langsung, secara intensif dan guru langsung dapat mengukur tingkat keberhasilannya.

Akan tetapi saat ini, ketika kegiatan pendidikan ini dilakukan secara daring, yang terjadi justru lebih banyak proses pembelajaran atau hanya memberikan pengetahuan saja, tidak ada yang bisa menjamin semua anak mendapatkan pendidikan karakter dari orang tua mereka sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan di sekolah mereka.

Contohnya saja beberapa sekolah Islam, yang menekankan pendidikan karakter dengan kegiatan peribadatan, seperti sholat wajib dan sunnah secara berjama’ah ataupun pengajian Al-Qur’an. Otomatis kegiatan tersebut tidak bisa dilakukan saat ini, karena di kala pandemi ini anak-anak belajar dari rumah (daring). Mungkin saja, ada beberapa sekolah membuat cara pelaporan kegiatan ibadah siswa di rumah namun tetap saja kehadiran guru atau pendidik serta interaksi mereka dengan teman-teman secara langsung diperlukan untuk pelaksanaan pendidikan karakter yang lengkap.

Saat di sekolah, anak-anak didik dapat melihat dan merasakan langsung keteladanan dari para guru atau para pendidiknya, karena kunci utama pendidikan karakter adalah keteladanan dari para guru atau para pendidik tersebut di suatu lembaga pendidikan. Dalam kondisi ini banyak orang tua yang teramat sibuk bekerja, khususnya diwaktu-waktu pembelajaran daring di lakukan, tentunya orang tua tidak bisa mengawasi secara langsung apa yang di lakukan oleh anak-anaknya.

Di saat pembelajaran daring berlangsung, banyak guru mengeluhkan kurangnya perhatian dan keseriusan dari para anak didiknya. Karena sering terjadi dalam pembelajaran daring, ada anak didik yang sengaja mematikan video, agar seolah-olah anak tersebut mengikuti pembelajaran. Namun nyatanya mereka melakukan hal lain dan tidak memperhatikan pembelajaran yang diberikan oleh gurunya.

Oleh karena itu pendidikan karakter ini harus menjadi perhatian khusus baik itu dari pemerintah ataupun segenap elemen pendidikan di Indonesia, agar pendidikan karakter di masa pandemi ini tidak terabaikan. Dibutuhkan kerja keras lebih, dari Mas Menteri dan tim di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk menciptakan formula baru dalam proses pembelajaran daring, agar pendidikan karakter ini tidak terabaikan dan generasi muda terselamatkan, serta proses belajar mengajar daring lebih efektif. Hal ini lantaran bangsa ini butuh generasi muda yang karakter positifnya terbentuk, dan itu hanya bisa diraih dengan pendidikan karakter yang mengedepankan keteladanan para guru atau para pendidik, yang harus dilihat dan ditiru langsung oleh anak-anak didik, karena seorang guru adalah sosok panutan yang harus digugu dan ditiru.

(Penulis : Indah Suarti)

Komentar Akun Facebook