Pilgub Jambi 2024, Pengamat Sebut Sosok Berpeluang Besar

0
142
Pengamat Politik Jambi, Pahrudin

Jambiline.com – Pilkada serentak 2024 masih menyisakan waktu sekitar satu setengah tahun lagi, kendati demikian sudah mencuat calon-calon potensial yang akan bertarung.

Pengamat politik Jambi, Pahrudin membeberkan beberapa kemungkinan yang bisa saja terjadi pada pilkada 2024 mendatang.

“Pertama kontestasi politik di 2024 itu sangat Ketat, artinya kontestasi yang ketat tersebut yaitu bersifat kompetitif,” katanya. Selasa, (21/6/2022).

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Putin ini menyebutkan, kontestasi yang kompetitif tersebut membuat orang menggunakan strategi yang dimulai dari pileg sekaligus pilkada.

“2024 itu kan Februari pileg dan pilpres, Novembernya pilkada. Pilkada itu merupakan hasil dari pileg. Sehingga orang yang akan berkompetisi mempunyai strategi. Satu strategi tapi digunakan untuk dua, satu dulu untuk pileg karena kalau di pileg suaranya tidak signifikan, kursi gak cukup, tidak bisa juga maju,” ujarnya.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh lembaganya, untuk saat ini masih mengerucut pada dua nama yang berpeluang untuk maju pada Pilgub Jambi 2024 mendatang.

“Karena hasil survei kami terlihat bahwa untuk kontestasi Pilgub Jambi yang teratas itu hanya Al Haris dan Fasha yang ketat persaingannya. Sementara calon lain itu marginnya jauh bahkan bisa sampai 10 persen,” pungkasnya.

Terkait strategi DPW Partai Nasdem Provinsi Jambi yang memunculkan nama Fasha pada rakernas Partai Nasdem lalu, ia mengatakan bahwa popularitas Fasha secara pribadi cukup tinggi namun berbanding terbalik dengan partainya yang berada dibawah posisi dua persen.

“Kami di awal Juni telah merilis survei yang kami lakukan di Kota Jambi, kenapa Kota Jambi karena barometernya Jambi, kan DPT terbesar juga. Misalnya konteksnya Nasdem itu masih dibawah dua persen. Itu artinya kalo tanpa ada kerja politik yang ekstra ordinary, paling mentok lima persen itu sulit,” paparnya.

“Ini artinya Fasha dari popularitas dia pribadi cukup tinggi di Jambi, tapi anehnya tidak mengefek ke partainya yang belum terlihat signifikan,” tambahnya.

Hal tersebut juga terjadi pada Al Haris yang menurutnya berada pada situasi yang sama dengan Syarif Fasha.

“Hal yang sama terjadi kepada rivalnya Al Haris. Popularitasnya tinggi tapi partainya PAN juga dibawah dua persen,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa harus ada kerja politik yang ekstra untuk mendongkrak popularitas partainya sebagai kendaraan politik pada Pilkada mendatang.

“Artinya keduanya ini kan harus meningkatkan kerja kerja politiknya agar popularitas dia tinggi dan partainya diminati. Karena kalo dia populer, partainya gak punya kursi kan gak bisa juga dia mencalonkan,” tandasnya.

Pengamat politik dari Universitas Nurdin Hamzah tersebut mengungkapkan, sebenarnya pertarungan antara dua tokoh politik tersebut telah dimulai sejak acara rapat paripurna DPRD Kota Jambi beberapa waktu lalu.

“Ini kan sebenarnya sudah nampak pada acara hari ulang tahun kota Jambi kemarin. Ini sudah nampak kontestasi mereka secara terbuka,” pungkasnya.

Terkait manuver politik yang dilakukan oleh rekan satu partai Al Haris di PAN yaitu Bupati Tanjabtim Romi Haryanto, menurutnya PAN masih akan membersamai Al Haris pada 2024 mendatang.

“Sebetulnya apa yang dilakukan Romi itu kan dampak perseteruan internal, dia mau tes ombak lah istilahnya dengan mendekati partai lain untuk melihat peluang peluang itu,” jelasnya.

Menurutnya manuver yang dilakukan oleh Romi tersebut sebagai strategi untuk menjajaki kapal baru, yang berpeluang membawanya maju dalam kontestasi Pilkada mendatang.

“Karena kalo dia pun mau maju untuk Pilgub menurut saya belumlah. Dari hasil survei kami tidak muncul nama Romi. Artinya orang hanya mengenal dia di Tanjabtim, diluar itu orang hampir tidak mengenal sama sekali. Saya melihat ini strateginya untuk melihat peluang untuk pindah atau bagaimana,” tutupnya.(ANH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here