Jambi- Polda Jambi mengungkap kasus postitusi online Yang terjadi di Hotel Jambi Raya Kecamatan Pasar pada hari Sabtu (28/12)

Dari pengungkapan tersebut polisi mengamankan sebanyak 17 orang yang terdiri dari 10 orang laki laki dan 7 orang perempuan.

Menurut informasi yang diperoleh di lapangan dari 17 orang yang terjaring razia tersebut di duga ada 3 orang perempuan dibawah umur, yang ikut diamankan .

“Mereka ini diduga terlibat postitusi online, yang sekarang lagi marak maraknya.,”ungkap sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Modus mereka ini terlibat mahir dan unik, handphone perempuan yang dijajakan tersebut di pegang oleh cowoknya atau ada lagi admin pemilik amplikasi. Jadi foto para wanita tersebut dipasang diamplikasi online tersebut sampai ada yang minat memesan.

“Ketika ada yang pesan melalui amplikasi online baru lah cowok atau admin tersebut memberi tau kepada wanita tersebut, untuk bersedia melayani pria yang memesan tersebut melalu aplikasi dan terjadi lah transaksi”ungkap sumber tersebut.

Dirkrimum Polda Jambi Kombes Pol Yudha Setyabudi saat dikonfirmasi membenarkan adanya tangkapan anak dibawah umur yang diduga terlibat pertisusi online.

“Iya benar kita ada mengamankan 17 orang, 10 Pria dan 7 wanita, tiga diantaranya anak perempuan di bawah umur jadi kita perlu doversi ,” ungkap Yudha Senin (28/12/2020)

Saat ditanya awakmedia apakah anak tersebut ada terlibat prostitusi online.

“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di kantor PPA polda jambi dan segera kita lakukan pemanggilan terhadap orang tuanya masing masing” ungkapnya.

Pantauan dimapolda jambi belasan pemuda dan pemudi yang diamankan tersebut sekitar pukul 18.00 wib telah dipulangkan.

“Mereka kita pulang karena dibawah umur, dan juga ada orang tuanya masing masing untuk bersedia menjamin,” Ungkap Kasubdit IV PPA Polda Jambi, Kompol Hasan saat dikonfirmasi.

Belasan pria dan wanita yang diduga terlibat prostitusi online kini dikenakan wajib lapor dimapolda jambi.

“Mereka kita lakukan Diversi, tidak dilakukan penahanan, jadi satu minggu dua kali mereka wajib lapor, dan kita juga lakukan pembinaan kepada mereka dan orang tuanya.”ungkap Hasan.

Sementara itu menurut sumber terpercaya di lapangan 17 orang yang terjaring razia tersebut menjajalkan diri dengan tarif Rp. 800 ribu per sekali kencan atau istilah sekarang open BO.

“Tapi masih bisa kurang tergantung nego lagi antara pengguna dan wanita tersebut.”ungkap sumber. (Rie).

Komentar Akun Facebook