Jambiline.com, Jambi – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Ditreskrimsus Polda) Jambi menetapkan empat orang tersangka dalam kasus pengerebekan gudang tempat pengolposan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar resmi yang kemudian dicampurkan dengan minyak ilegal hasil ‘ilegal driling’ untuk kemudian dijual kembali ke industri dan pelanggan lainnya guna mendapatkan keuntungan besar.

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol Edi Faryadi, dirinya mengatakan, setelah pengungkapan gudang BMM ilegal di kawasan Jalan Lingkar Timur, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi pada Rabu (25/8) lalu sebnyak 50 ton, akhirnya penyidik menetapkan empat orang tersangka.

Keempat orang tersebut yakni tiga orang yang diamankan saat penggerebekan Agus Rudianto selaku pengelola gudang, Edo Syahfutra dan Suhendri yang merupakan sopir mobil truk tangki dan Liyan Arnara karyawan PT. Mitra Tirta Loka Lestari (MTLL).

Dalam kasus ini, untuk tiga tersangka mereka diamankan pada saat anggota melakukan penggerebekan gudang yang pagarnya bertuliskan bengkel namun didalamnya tempat penggelapan BBM jenis solar sedangkan tersangka Liyan Arnara adalah karyawan PT. MTLL yang bersangkutan adalah konsumen BBM ilegal di gudang tersebut.

Untuk diketahui, dalam penggerebekan tersebut, sedikitnya 50 ton solar dan minyak mentah yang disimpan dalam drum dan tedmon ukuran besar, serta truk modifikasi diamankan.

“Mereka adalah pengelola gudang bernama Agus dan dua orang sopir bernama Edo dan Suhendri. Modusnya BBM yang diambil dari depot Pertamina langsung dibawa ke gudang tersebut, kemudian sebagian diturunkan, lalu diganti dengan minyak mentah campuran yang sebelumnya telah diolah sendiri menjadi solar,” jelas Edi Faryadi, Senin (31/8/2020).

Di lokasi, kata Edi polisi juga mengamankan satu unit truk hijau BH 8828 MU berisi solar, satu mobil truk kuning BA 8399 PU berisi solar, satu mobil truk berwarna biru dan merah BH 8396 JB berisi bakar solar. Lalu satu mobil tangki biru putih BH 8019 MH berisi solar dengan tulisan PT. Caprotama Tanggang Jaya.

Lalu sepuluh drum besi kapasitas 200 liter berisi solar, enam buah tedmon kapasitas 1.000 liter berisi bensin, tiga buah mesin sedot, enam buah selang sedot, tiga buah karung kapasitas 20 kg berisikan bleaching (pewarna).
Ada kecurigaan, gudang ini juga menyalurkan minyak oplosan ke SPBU di Jambi.

“Bisa saja minyak-minyak industri itu mereka oplos dengan dicampur tepung penjernih minyak agar tidak ketahuan bahwa ini minyak oplosan dan dari gudang itu minyak industri yang dioplos itu mulai dari solar dan premium,” tutup Dirreskrimsus Polda Jambi. (Tri)

Komentar Akun Facebook