Jambiline.com – KBO Reskrim dan Kanit Pidsus Sat Reskrim Polres Muarojambi mengamankan tiga orang pengangkut minyak mentah tanpa Izin.

Tiga orang tersebut yakni, Joko Susilo (25), sopir, RT.9, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Warsito (48) ,sopir,RT.7, Desa bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Masri Effendi (40) ,Sopir,RT.1 unit 1 Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muarojambi.

Ketiga pelaku ditangkap di tempat yang sama yakni di RT.09, Desa Sidomulyo, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi.

“Pada Minggu (3/1)2021) sekira Pukul 17.00 WIB, Unit Tipidter dan Unit Opsnal Satreskrim Polres Muarojambi, yang dipimpin oleh KBO Reskrim Polres Muarojambi dan Kanit Pidsus Polres Muarojambi, melaksanakan patroli di wilayah Kecamatan Mestong Kabuoaten Muarojambi.

“Namun pada saat melintasi RT.09, Desa Sidomulyo, Kecamatan Mestong melihat 1 (satu) unit mobil Merk Hino Jenis Dutro warna Hijau bak Hitam dengan No.Pol : BH 2808 YX , dan selang waktu yang sama juga mendapati 1 unit mobil truk Mitsubishi Canter warna kuning nopol BH 8715 BU yang diduga membawa minyak mentah ilegal.

“Kemudian saat dihentikan mobil tersebut ternyata benar membawa minyak mentah ilegal dari desa Bungku Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari dengan tujuan untuk dijual ke gudang pemasakan minyak di desa Bedeng Arang, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel,” kata Kasat Reskrim Polres Muarojambi, Iptu Khoirunnas melalui Kasubag Humas, AKP Amradi SE.

Petugas kemudian menggiring pelaku dan barang bukti ke Mapolres Muarojambi guna proses lebih lanjut.

“Aktifitas ini melanggar pasal 480 KUHP. Setiap orang yang melakukan pengangkutan minyak bumi tanpa izin usaha ,pengangkutan atau barang siapa yang mengangkut sesuatu benda yang patut diduga berasal dari hasil kejahatan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun, dan denda paling tinggi Rp40.000.000.000,00 (empat puluh miliar rupiah).”  sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 huruf b UU RI No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi,” jelas Amradi. (MI)

Komentar Akun Facebook