Kepala Balai Pengelola Jalan Nasional (BPNJ) IV Jambi, Bosar H Pasaribu.
ads

Jambiline.com, Jambi – Meski dalam kondisi rusak, pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IV Jambi, memastikan Jembatan Batanghari I atau Aurduri I saat ini masih aman digunakan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Balai Pengelola Jalan Nasional (BPNJ) IV Jambi, Bosar H Pasaribu, dirinya mengakui bahwa jembatan yang menghubungkan Kota Jambi dengan wilayah seberang tersebut memang mengalami kerusakan. Namun belum mengkhawatirkan atau tidak mengakibatkan kerobohan jembatan.

Untuk tindakan perbaikan, kata Bosar, mulai hari ini pihaknya akan mulai melakukan pengencangan baut-baut yang sebelumnya ditemukan longgar atau kendor.

“Harapan kita kalau sudah dikencangkan lebih kuat. Terus kita sudah alihkan lalu lintas dari Jembatan itu ke arah buluran, sudah lancar, jadi antrian sedikit berkurang. Tahun ini, itu yang kita lakukan dan cukup bermanfaat,” katanya, Sabtu (30/11/19).

Untuk melakukan perbaikan jembatan seperti baru lagi akan dilakukan pada tahun depan. “Kan itu pondasinya ada kropos (Korosi) itu sudah diperiksa, dan akan dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Dirinya mengakui, korosi yang terjadi di jembatan Batanghari I sangat cepat, dimana umur jembatan baru berkisar 30 tahunan. Dimana diproyeksikan jembatan tersebut mampu bertahan hingga 50 tahun. Hal itu bisa jadi disebabkan air Sungai Batanghari yang tercemar limbah.

“Ini mungkin pengaruh limbah air sungai Batanghari yang mempercepat terjadinya korosi pada baja tiang pancang jembatan, itukan mempercepat,” sebutnya.

Untuk perbaikan tiang pancang tersebut akan dipasangkan pipa Hard Dencity polyethyelene (HDPE). “Kita akan lapisi, tapi masih dihitung-hitung berapa anggarannya,” jelasnya.

Ditanya mengenai apakah ada rencana pembangunan duplikasi Jembatan, dirinya sedang dipertimbangkan dan saat ini masih dalam proses study kelayakan. Untuk lokasi bisa saja ditempat lain tidak bersebelahan dengan jembatan Batanghari I bahkan bisa saja di lokasi lain menjadi Jembatan Batanghari III.

“Lokasi banyak alternatif, tapi ini masih panjang, karena masih study kelayakan. Yang ada dulu kita rapikan,” pungkasnya. (Tri)

Komentar Akun Facebook