Robi Harja, Ketua KONI Tebo
Robi Harja, Ketua KONI Tebo
ads

Jambiline.com, Tebo – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) anggota cabang olahraga (Cabor) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tebo tanggal 22 Juni 2021 berakhir deadlock.

Perdebatan panas terjadi saat pembahasan poin kedua yang tertuang dalam SK Perpanjangan pengurus KONI Tebo no.19 tahun 2021 yang dikeluarkan oleh KONI Provinsi Jambi, dimana berbunyi “kepada kepengurusan pergantian antar waktu Komite Olahraga Nasional kabupaten Tebo (2017-2021) agar segera melakukan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Tebo sesuai dengan ADART KONI.”

Atas dasar itu, enam cabang olah raga anggota KONI Tebo mendesak agar segera dilakukan Musorkab, namun ketidakpastian jadwal pelaksanaan Musorkab memicu enam cabor melakukan protes keras dan walkout dari ruang rapat, sehingga membuat Rakerda KONI Tebo tidak menghasilkan keputusan alias deadlock.

Juru bicara Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) calon Ketua umum KONI Tebo masa bakti 2021 – 2025, Jawir Hafizi mengutarakan, pihaknya sudah bekerja sesuai alur, menginformasikan pendaftaran calon ketua pada tanggal 10 Juni 2021, dan berkahir tanggal 17 Juni 2021.

“Sayangnya hingga berakhir masa pendaftaran belum ada berkas kandidat yang masuk, jadi bila dipaksakan mau melaksanakan Musorkab calonnya siapa, batas akhir pendaftaran kan telah dirilis, otomatis pendaftaran kandidat diluar tanggal tersebut dianggap tidak sah.

“Kalau kita terima berkas di luar tanggal tersebut, nanti ada lagi kandidat yang menyerahkan berkas ke TPP, dan akhirnya TPP yang akan menyalahi aturan,dan saya tidak setuju dengan hal itu,” terangnya,” Sabtu (26/06/2021).

Sementara itu ketua KONI Tebo, Robi Harja mengatakan, untuk pelaksanaan Musorkab, KONI Tebo tetap mengikuti arahan surat KONI Provinsi yang menjadi dasar.

“Jauh sebelum Rakerda dilakukan, KONI Tebo sudah menjalankan persiapan Musorkab agar sesuai ADART KONI, karena kita memahami langkah serta tahapan untuk pelaksanaan Musorkab membutuhkan waktu, pada tanggal 18 Mei 2021 pengurus KONI Tebo mengurus perpanjangan SK, hal ini kita lakukan untuk mempersiapkan pelaksanaan Musorkab,” tuturnya.

Terkait poin kedua SK perpanjangan yang dipermasalahkan oleh beberapa cabor, Robi secara tegas menjawab, bahwa langkah koordinasi sudah dilakukan pengurus KONI Tebo untuk segera melaksanakan Musorkab, namun hingga batas akhir penerimaan calon ketua, pihak TPP belum juga menerima berkas pencalonan.

“Buktinya setelah SK perpanjangan dikeluarkan oleh KONI Provinsi, kita langsung berkoordinasi dengan pengurus KONI dan mengeluarkan SK TPP pada tanggal 07 Juni 2021 , ini kan sebuah langkah percepatan dan komitment Pengurus KONI dalam mengikuti arahan SK perpanjangan pengurus agar segera melakukan Musorkab,” pungkasnya.(KHW)

Komentar Akun Facebook