ads

Jambiline.com, Sungai Penuh – Terhitung sejak hari ini hingga sebelum memasuki ajaran baru 2021, Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh mewajibkan kepada setiap tenaga pendidik dan kependidikan yang ada di Kota Sungai Penuh, mulai dari jenjang pendidikan taman kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Pertama untuk mengikuti vaksin covid-19.

Jika nantinya terdapat tenaga pendidikan yang tidak mau mengikuti program vaksin covid-19 dari batas waktu yang telah di tetapkan, maka Dinas Pendidikan akan memberikan sangsi berupa larangan untuk tidak boleh memasuki kelas guna melaksanakan tugas proses belajar mengajar secara tatap muka.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, Hadiyandra, dikatakannya ini dilakukan untuk memastikan, agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan aman dan lancar.

“sangsi ini sengaja kita berlakukan, agar tidak ada lagi tenaga pendidik yang menolak untuk di vaksin, dikarenakan tenaga pendidik sudah menjadi prioritas dari Pemerintah Daerah untuk ikut vaksin covid-19,” tegas kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, Hadiyandra, Kamis (10/6/2021).

Disamping itu, ia mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan edaran dari hasil rapat tim satgas covid-19 Kota Sungai Penuh, yang mewajibkan bagi tenaga pendidik untuk mengikuti vaksin covid-19 sebagai syarat untuk mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka dikelas, dan bagi tenaga pendidik yang memiliki riwayat penyakit penyerta atau kronis boleh menunda untuk mengikuti vaksin covid-19.

“Agar kesehatan para pendidik tetap terjaga dan terhindar covid-19, maka perlu adanya mengikuti vaksin covid-19,” tambah Hadiyandra.

Selain itu, ia mengatakan untuk jumlah tenaga pendidik yang terdaftar di kota sungai penuh yang akan mengikuti program vaksin covid-19 berjumlah 1.500 orang, nantinya tenaga medis akan mendatangi pihak sekolah untuk memberikan vaksin covid-19. (*)

Komentar Akun Facebook