JAMBI – Sunggu kejam perbuatan yang dilakukan oleh Annisa Fitriani (24) warga Lorong Ampel, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur yang tega menyiramkan air panas yang baru dimasak ke wajah ibu kandungnya sendiri yakni Elmi Parida (51). Pada Jum’at (21/8) sekira
pukul 06.30 wib.

Kejadian ini berawal saat pelaku dan ibunya sudah sering bertengkar lantaran pelaku mau kembali rujuk dengan suami sirihnya, namun ibu pelaku tidak menyetujuinya.

Selanjutnya pada Kamis (20/8) sekitar
pukul 19.30, kembali terjadi cek cok antara pelaku dengan ibunya namun
masih bisa diredam.

Kemudian keesok harinya sekitar pukul 06.30, pelaku sedang memasak air panas dengan tujuan untuk membuat teh tarik, sedangkan ibunya tersebut sedang memasukan pakaian kotor ke mesin cuci.

Karena pelaku ini masih terbawa emosi dan kesal terhadap ibu kandungnya sendiri lantaran tidak terima dinasehati tadi malam, sehingga tanpa rasa takut dan pelaku langsung saja menyiramkan air panas yang masih mendidih tersebut ke bagian badan ibunya.

Sontak ibu pelaku yang terkena siram tersebut langsung berteriak kesakitan dan warga sekitar pun langsung membantu ibu pelaku untuk dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Selanjutnya atas kejadian tersebut, ibu korban pun langsung membuat laporan ke Unit PPA Polresta Jambi guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kanit Unit PPA Polresta Jambi Ipda Stevani saat di konfirmasi membenarkan atas kasus tindak pidana kekerasan Dalam Rumah Tangga tersebut. Dan saat ini pelaku
sudah diamankan di Polresta Jambi.

“jadi pelaku ini pagi melakukan aksinya, setelah melakukan aksi
tersebut pelaku kabur di rumah kawannya yang berada dikawasan Jambi
Timur,” Katanya.

Lanjutnya, jadi sore harinya sekitar pukul 04.00 wib, baru pelaku
pulang kerumah kontrakannya dan disitu lah pelaku langsung dilakukan penangkapan.

“pelaku saat menyiramkan air panas tersebut dalam keadaan sadar dan
dia memang murni karena dongkol lantaran dinasehti tidak boleh lagi
sama suami sirihnya,” Tambahnya.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 44 UU RI NO 23 tahun 2004
tentang kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman penjara 5 tahun. (Rie).

Komentar Akun Facebook