Jambiline.com - Niat baik berbuah pahit, inilah yang dialami Pasangan suami istri (pasutri) Sokding (65) dan Lau (60) warga Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Pasalnya sepasang suami istri itu menjadi korban perampokan dan penganiayaan setelah menerima tamu. Mereka kehilangan perhiasan emas, dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
"Kondisi mereka sudah stabil, tetapi masih menjalani perawatan. Ibu itu dirawat di rumah sakit yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Sedangkan bapak itu dibawa ke rumah sakit di Kota Jambi," kata Kasat Reskrim Polres Tanjung Jabung Timur, AKP Ridho, Rabu (26/10/2022).
Baca Juga : Kelelahan Saat Menyeberangi Sungai Tabir, Pemuda di Merangin Tenggelam
Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mencari tahu identitas kedua pelaku itu, dengan meminta kesaksian dari warga sekitar.
Dugaan sementara, para pelaku ialah pria dewasa berkisar 40 tahun dan laki-laki yang masih remaja.
"Kita lagi mencari identitas serta petunjuk, dengan menanyakan warga sekitar yang mungkin melihat pelaku. Untuk sementara, diperikarakan pelaku tersebut orang-orang di sekitar sini," ungkapnya.
Rudi, cucu korban menceritakan, perampokan itu terjadi Senin malam (24/10). awalnya kakek dan neneknya dikejutkan dengan kedatangan 2 orang laki-laki yang menumpang beristirahat.
Baca Juga : Buka Kejurprov Judo 2022, Budi Harap Terjaring Atlet Potensial
Kedua orang tersebut mengaku baru selesai memancing di sekitar kebun milik mereka. Karena cuaca sedang hujan, Sokding dan Lau mempersilakan dua laki-laki tersebut masuk ke rumah. Bahkan korban menghidangkan makanan untuk dua orang yang tidak dikenal itu.
Tak lama kemudian, setelah berkisar 30 menit setelah makan, pasangan pasutri itu malah dipukul. Perhiasan emas berupa kalung dan cincin berkisar 16 suku, diambil oleh dua laki-laki tersebut.
"Sudah dikasih makan sama orang tua kita ini, pelaku langsung merampok," kata Rudi, Selasa (25/10/2022).
Setelah melakukan aksinya, para pelaku berhasil melarikan diri. Sedangkan kedua korban yang mengalami luka parah di bagian kepala, berusaha meminta tolong kepada tetangga dengan berjalan kaki.
Baca Juga : Christian Rudolf Tobing Lempar Senyum di Dalam Lift Saat Membawa Mayat Menggunakan Troli
"Jalan ke tempat rumah warga sekitar dengan jarak yang cukup jauh, sekitar 500 meter. Setelah itu baru mendapatkan pertolongan pertama oleh pihak keluarga dan tetangga," kata Rusdi.***