Foto : Pembakaran di IUPHHK PT. Samhutani pada 3 April 2019.
ads

Jambiline.com, Jambi – Pasca aksi pembakaran perumahan serta fasilitas IUPHHK PT. Samhutani oleh warga beberapa desa di Kecamatan Sarolangun, pada 3 April lalu beredar kabar bahwa karyawan di PHK, Manajemen PT. Samhutani melalui Humasnya, Hendry A, memberikan klarifikasi, Rabu, (10/04).

PT. Samhutani menyatakan beberapa hal sebagai berikut,  pertama tidak benar bahwa PT. Samhutani melakukan PHK secara sepihak pasca kejadian anarkis tersebut.

Mengingat kantor dan lebih dari 200 unit perumahan karyawan dibakar yang mengakibatkan lebih dari 200 karyawan kami dan keluarganya kehilangan tempat tinggal beserta dengan semua pakaian dan peralatan rumah tangga serta harta benda milik karyawan yang ikut dibakar dan sebagian lagi ada yang dijarah pada peristiwa anarkis tanggal 3 April 2019, yang mengakibatkan karyawan menjadi trauma dan ketakutan, sehingga menyebabkan mereka untuk sementara tidak dapat melakukan aktivitas pekerjaan di lapangan.

“Jadi sekali lagi kami tegaskan bahwa tidak benar kami melakukan PHK secara sepihak,” ujarnya.

Dapat kami sampaikan bahwa kerugian material yang ditimbulkan pada kejadian anarkis dan penjarahan pada tanggal 3 April 2019 sesuai perhitungan sementara kami adalah berkisar Rp. 20.000.000.000,- (dua puluh miliar rupiah). Selain itu juga kerugian immaterial berupa traumatis dan ketakutan karyawan sebagaimana penjelasan kami pada poin di atas.

Mengingat masih adanya proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak yang berwenang, maka untuk sementara beberapa karyawan tidak diizinkan masuk ke kebun/kamp.

Saat ini manejemen PT. Samhutani sedang melakukan konsolidasi internal menyangkut semua aspek pasca kejadian anarkis tanggal 3 April 2019. Agar konsolidasi dapat dilakukan dengan cermat dan akurat, maka semua kegiatan di lapangan untuk sementara waktu dihentikan. (*)

Komentar Akun Facebook