Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah.
ads

Jambiline.com, Jambi – Gubernur Jambi melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan, tiang baleho yang berada di atas tanah milik Pemerintah Provinsi Jambi ternyata masih banyak yang membandel karena tidak membayar biaya sewa.

Dari 12 titik tiang baleho yang dipasang di atas tanah Pemerintah Provinsi, tiga diantaranya kedapatan belum melakukan proses pembayaran sewa, sehingga Pemerintah harus memberikan jangka waktu satu bulan untuk mereka melunasi pembayaran (utang) tersebut.

“Yang masih belum membayar biaya sewa dari hasil kordinasi dengan Biro Aset, bahwa dari 12 tiang baleho yang belum membayar sewa tahun 2019 hari ini tinggal 3 tiang lagi yang biaya sewa belum dibayar dan kita kasih waktu sampai satu bulan untuk menerima biaya sewa,” kata Johansyah, Jumat (24/1/2020).

Dengan adanya penunggakan pembayaran sewa tersebut, mereka akan dikenakan denda sebesar 2 persen dari biaya sewa semula.

“Jadi dikarenakan mereka nunggak, artinya mereka harus diberikan denda yaitu 2 persen dari sewa tersebut. Perkiraan sewa dari satu tiang baleho itu diperkirakan ukuran 4×6 timbal balik itu Rp. 10 juta satu tahun,” katanya.

Dirinya berharap agar pemilik tiga tiang baleho yang belum melunasi biaya sewa untuk segera melakukan proses pelunasan.

“Kita harapkan itu mereka menyelesaikan tagihan mereka dalam satu bulan ini. Kalau tidak, ya dengan terpaksa Pemerintah Provinsi Jambi akan merobohkan tiang baleho tersebut,” tegasnya.

Ketiga titik baleho yang belum melakukan proses pembayaran sewa itu terdapat didaerah Pattimura, Simpang Rimbo.

“Tiga titik itu didaerah Pattimura, kalau masalah teknisnya ngak usah kita sebutkan. Yang jelas ada tiga titik didaerah Pattimura,” tutupnya. (Tri)

Komentar Akun Facebook