ilustrasi (dok.net)
ads

Jambiline.com, Banyak sekali istilah yang kita dengar selama ini, salah satunya adalah self-diagnosis yang mungkin saja saat ini jiga dialami oleh teman-teman.

Self diagnosis adalah proses dimana seseorang mengamati diri sendiri dan dia menyimpulkan bahwa dia sedang memiliki gangguan mental, bahkan mereka menyimpulkan ini tanpa konsultasi dari dari ahli atau orang yang professional lho!

Mungkin saja waktu itu kamu sedang lelah, ditambah lagi rasa overthingking yang semakin menjadi-jadi, hal ini bisa menjadikan kamu terlalu berlebihan menyimpulkan sesuatu.

Sebelumnya yuk kenali perbedaan self diagnosis  dan diagnosis!

Diagnosis dan self diagnosis adalah dua hal yang berbeda, self diagnosis ini bersifat subjektif, sementara diagnosis bersifat objektif.

Dalam melakukan kedua hal tersebut pun diagnosis lebih akurat karena antara satu sama lain memang bertemu bahkan diaadakan tes psikologis dari orang yang profesional.

Mengapa kita sebaiknya jangan melakukan self diagnosis? Karena akan ada banyak resiko yang lebih buruk lagi, stres dan cemas tersebut yang bahkan menimbulkan gangguan mental serta diagnosis yang salah

Nah! Bagaimana cara mengatasinya?

Apakah yang harus kita lakukan?

Ketika kalian merasa memiliki gangguan mental sebaiknya kalian harus cerita kepada orang yang terpercaya, seperti keluarga, sahabat dan orang terdekat, karena hal ini akan mengurangi sedikit bebanmu lho

Kamu juga bisa mencari informasi seperti membaca jurnal, buku maupun artikel melalui media yang terpercaya.

Selain itu kamu juga harus datang ke bantuan profesional seperti psikolog, terapis, dan dokter sehingga bisa lebih akurat ya!

Komentar Akun Facebook