Jambi Line - Secara tahunan, inflasi Provinsi Jambi pada Oktober 2022 tercatat sebesar 7,10% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya yaitu sebesar 8,09% (yoy). Lebih lanjut, sepanjang tahun 2022 Provinsi Jambi tercatat inflasi sebesar 6,05% (ytd).
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Jambi mengalami deflasi sebesar 0,27% (mtm) pada Oktober 2022 setelah bulan sebelumnya tercatat inflasí sebesar 0,61% (mtm).
Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Eva Ariesty mengatakan, berdasarkan komodítasnya, jenis barang dan jasa yang mendorong deflasi di antaranya cabai merah sebesar -17,74% (mtm), telur ayam ras sebesar -4,57% (mtm), daging sapi sebesar -6,68% (mtm), daging ayam ras sebesar -2,20% (mtm) dan cabaí rawit sebesar -13,42% (mtm).
Baca Juga : Kemenag Kucurkan Rp1,166 Triliun Dana BOS Tahap II untuk Madrasah
Deflasi pada beberapa jenis komoditas bahan pangan terjadi seiring dengan terjaganya pasokan dari produksi lokal dan luar daerah memasuki musim panen raya hortikultura.
“Deflasi yang lebih dalam tertahan oleh kenaikan harga pada sejumlah komoditas yang terkena secondround impact penyesuaian harga bahan bakar minyak yang dilakukan pemerintah per 3 September 2022,” jelas Eva dalam keterangan persnya, Kamis (3/11).
Dikatakan Eva, inflasi juga didorong oleh kenaikan harga beras seiring berlangsungnya periode tanam gadu di beberapa daerah sentra produksi serta sebagai dampak kenaikan BBM serta kenaikan sementara HPP gabah.
Baca Juga : Angkat Bicara Soal Dana Olahraga, Sudirman Sebut Rp7,5 M Ulah Dispora
Berikut rincian perkembangan inflasi di Provinsi :
1. Kota Jambi :
Bulanan: deflasi 0,16 % (mtm)
Tahun Berjalan: inflasi 6,14% (ytd)
Tahunan: Inflasi 7,17% Woy)
“Cabai merah menjadi penyumbang deflasi terdalam di Kota Jambi dengan andil sebesar -0,27% diikuti komoditas lain seperti telur ayam ras (andil -0,04%), daging sapi (andil 0,04%), cabai hijau (andil 0,03%) serta cabai rawit (andil 0,03%),” terang Eva.
Di Sisi lain, kata Eva, berlanjutnya kenaikan harga beras menjadi salah satu penahan deflasi yang lebih dalam dengan andil sebesar 0,06% diikuti oleh cuci kendaraan (andil 0,05%), angkutan udara (andil 0,04%), bensin (andil 0,04%), dan udang basah (andil 0,02%).
2. Kabupaten Bungo :
Bulanan: deflasi 1,14% (mtm)
Tahun Berjalan: inflasi 5,34% (yta)
Tahunan: inflasi 6,45% Woy)
“Sama halnya dengan Kota Jambi, cabai merah juga menjadi salah satu komoditas u?ama penyumbang deflasi di Kab. Bungo dengan andil sebesar -1,32%. Selain i?u, daging ayam ras (andil -0,08%), telur ayam ras (andil -0,08%), ikan seraj (andil -0,04%) dan cabai merah (-0,04%) turut berkontribusi da?am mendorong deflasi di Kabupaten Bungo,” tutur Eva.
Ia pun tak memungkiri, deflasi yang lebih dalam tertahan oleh kenaikan harga yang terjadi pada beras (andil 0,27%), bensin (andil 0,05%), ikan tongkoV ikan ambuambu (andil 0,04%), biaya foto copy (andil 0,03%) dan ikan asin teri (andil 0,03%).*