Jambi Line - Si jago merah melahap puluhan rumah yang berada di Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Jambi, Kamis (27/7) pagi. Kebakaran ini dipicu ledakan kompor gas yang ditinggalkan saat memasak telur.
Peristiwa itu mulai terjadi sekitar pukul 8.30 WIB. Awalnya, api muncul di rumah ketua RT setempat bernama Ansori.
Rahmadian (39) yang tinggal di sebelahnya, kala itu sedang menjemur burung di atap rumah. Ia melihat api mulai membesar lalu menyambar ke sejumlah rumah.
"Lagi jemur burung. Dari loteng saya lihat api. Sedangkan anak-anak sudah keluar," katanya, Kamis (27/7).
Ia langsung turun dan menyelamatkan diri. Kemudian Rahmadian bersama anaknya mengangkut barang ke luar rumah lantaran khawatir api menyambar dan melahap tempat tinggalnya itu. Setidaknya, hanya bagian atas dapur rumahnya yang terbakar.
Tidak hanya keluarga Rahmadian, tetangganya juga menyelamatkan barang, sehingga barang dan peralatan rumah tangga terlihat menumpuk di lapangan voli. Para warga di sana pun melakukan pemadaman dengan alat seadanya.
Baco Jugo: 2 Bakal Calon Presiden Datang dalam Rapat APDESI, tapi Ganjar Tidak
Berkisar setengah jam setelahnya, barulah petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi tiba. Sebanyak 13 armada dikerahkan untuk memadamkan api tersebut.
"Kami menerima laporan dari masyarakat terjadi kebakaran sekitar 8.43 WIB. Kami dalam perjalanan selama sekitar enam menit. Kami menurunkan armada sebanyak 13, yang dibantu pihak PDAM dan tim medis," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari.
Kala berjibaku, petugas pemadam kebakaran menghadapi berbagai kendala. Sekitar lokasi kebakaran itu dipadati rumah, sehingga mobil pemadaman tidak bisa masuk. Terpaksa petugas membentangkan selang air sejauh puluhan meter hingga melewati bagian dalam rumah untuk menjinakkan si jago merah.
"Bahkan, banyak sekali kendaraan menumpuk. Masyarakat tidak menggeser kendaraannya. Juga masyarakat yang terlalu padat," ujar Mustari.
Baco Jugo: Curhat Saat Rapat APDESI, Prabowo: Emang Enak Dikalahkan Dua Kali?
Api mudah menyambar karena sebagian besar rumah terbuat dari kayu. Kondisi ini diperparah dengan mata angin mengarah ke sejumlah rumah.
"Kalau arah mata angin ke lapangan mungkin tidak sebesar ini," kata Mustari.
Setelah petugas berjibaku selama berkisar satu setengah jam, barulah si jago merah padam. Terlihat rumah yang terbakar menyisakan puing-puing bangunan yang menghitam.
Mustari mengungkapkan rumah yang terbakar sebanyak berkisar 30 unit. Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran itu, tetapi kerugian materi ditaksir mencapai Rp 1 miliar lebih.
Baco Jugo: Kasat Polresta Jambi Dimutasi Usai Emak-emak Gerebek Basecamp Narkoba
Kebakaran ini disebabkan ledakan kompor gas yang ditinggalkan saat memasak.
"Pintu rumah dikunci karena ada kegiatan yang dilaksanakan pihak pemerintah. Ternyata timbul ledakan yang diduga berasal dari tabung dan kompor gas," kata Mustari.
Rahmadian mengatakan kala itu rumah ketua RT kosong karena ditinggalkan saat kegiatan Kampung Bantar.
"Lagi masak, merebus telur terus ditinggal. Itu kan ada kesibukan di depan, kegiatan Kampung Bantar," katanya.
63 peristiwa kebakaran di Kota Jambi
Mustari mengatakan sejak awal tahun 2023 sudah 63 insiden kebakaran di Kota Jambi. Salah satu penyebabnya ialah korsleting listrik.
"Karena kipas angin tidak dicabut saat rumah ditinggalkan, kabel menumpuk, cas HP tidak dicabut," katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar segera melapor bila terjadi kebakaran. Jangan sampai mendahulukan postingan di media sosial.
"Laporan itu harus cepat. Banyak sekali masyarakat ini selalu memposting di media sosial terlebih dahulu. Bukan untuk melapor ke pemadam kebakaran. Saat api sudah besar, baru melapor," ujarnya.