Sabtu, 18 April 2026

Viral, Seorang Remaja Cegat Wali Kota Jambi Minta Tinjau Rumah Neneknya

Photo Author
M Sobar Alfahri, Jambi Line
- Rabu, 24 Mei 2023 | 23:45 WIB

Beredar video seorang remaja putri yang meminta rumah neneknya ditinjau Wali Kota Jambi. (Foto: Istimewa)
Beredar video seorang remaja putri yang meminta rumah neneknya ditinjau Wali Kota Jambi. (Foto: Istimewa)

Jambi Line - Beredar video seorang remaja putri yang meminta rumah neneknya ditinjau Wali Kota Jambi. Dalam video berdurasi 43 detik itu, terlihat Wali Kota Jambi Syarif Fasha dan jajarannya dicegat saat berada di Pasar Talang Banjar, Kota Jambi, Selasa (16/5).

"Pak Fasha tolong tinjau rumah nenek kami. Permasalahannya sudah lama pak. Karena kebijakan bapak, rumah nenek kami jadi kayak gitu pak. Tolonglah pak," kata remaja tersebut.

Syarif Fasha yang mendengar keluhan itu, melontarkan pertanyaan. "Masalahnyo apo?"

Kemudian, sang remaja kembali meminta perhatian dan kebijakan dari Fasha sebagai pejabat yang dipilih oleh rakyat. "Bapak kan wali kota. Bapak pejabat yang dipilih oleh rakyat. Tolonglah tinjau pak," katanya.

"Masalahnya dengan perusahaan. Kamu kan minta 1,3 miliar," jawab Fasha.

"Dak ada kami meminta kayak gitu pak," tutur remaja tadi.

Tidak lama kemudian, pembicaraan itu dihentikan. Sejumlah petugas Satpol PP menarik remaja tersebut agar menjauh dari Wali Kota Jambi.

Baco Jugo: WNI yang Ditahan di Malaysia karena Jadi Operator Judi Online Ikuti Pengadilan

Diketahui, remaja itu bernama Fadiyah Alkaff (15). Kala itu ia meminta Wali Kota Jambi agar meninjau rumah neneknya bernama Hafsah di RT 24, Payo Selincah, Jambi Timur, yang rusak dan mengalami keretakan di bagian dinding.

"Awalnya kami ingin sampaikan ke Pak Jokowi yang datang saat itu. Tapi tidak diperbolehkan oleh Paspampres. Kemudian kami melihat pak wali. Kami meminta tolong kepada pak Wali Kota Jambi untuk meninjau rumah kami. Sebab permasalahan ini sudah hampir 10 tahun, dari 2013 sampai saat ini. Kami sudah mengirim surat dari tingkat RT hingga Presiden," katanya, Senin (22/5).

Fuad Alkaf, paman Fadiyah, mengatakan Kerusakan rumah itu diduga karena aktivitas perusahaan pembangkit tenaga listrik biomassa yang tidak jauh dari rumah tersebut. Truk bermuatan kayu, cangkang, dan lainnya, dengan tonase yang melebihi kapasitas jalan, melewati jalan di depan rumah nenek Hafsah dan menimbulkan getaran.

"Dahulu cangkang. Sekarang membawa kayu. Sering menimbulkan getaran. Kami berharap bagaimana penyelesaiannya. Sampai saat ini belum ada penyelesaian sama sekali," ujarnya.

Baco Jugo: WNI yang Ditahan di Malaysia karena Jadi Operator Judi Online Ikuti Pengadilan



Sementara itu, dalam klarifikasi yang dipublikasikan Pemerintah Kota Jambi melalui akun Instagram @humaskotajambi, disebutkan bahwa permasalahan ini sudah ditindaklanjuti dengan baik. Namun, pihak nenek Hafsah meminta ganti rugi sebesar Rp 1,3 miliar.

Bahkan, sudah dilakukan mediasi sebanyak 3 kali, tetapi tidak menemukan titik terang.

Disebutkan pula Pemerintah Kota Jambi akan membantu permasalahan ini dengan melakukan upaya mediasi.

Namun, Fadiyah mengatakan tidak benar pihaknya meminta atau menuntut ganti rugi sebesar Rp 1,3 miliar. Yang benar, pihak keluarga menghitung kerugian dari tahun 2013 hingga sekarang. Selama itu, keluarganya sering melakukan perbaikan rumah (dalam setahun bisa 3 kali), memperbaiki sumur, memenuhi kebutuhan air, dan mengeluarkan biaya kesehatan.

"Ini bukan tuntutan kami. Kami disuruh perusahaan untuk hitung kerugian. Kita rincikan, setahun berapa kali perbaikan rumah, biaya kesehatan yang hampir setahun kami sakit kulit. Kata dokter ini karena polusi akibat perusahaan. Kami juga beli air untuk mencuci, memasak. Sebelumnya air sumur ini tidak bisa diminum, karena dinding sumur rusak dan airnya jadi kotor," katanya.

Ia pun mengatakan bahwa memang terjadi pertemuan sebanyak 3 kali. Namun, tidak bisa dikatakan mediasi. Apalagi pihak perusahaan tidak mengakui kesalahannya karena sudah mempunyai izin.

Pihaknya saat ini menginginkan pemerintah mau meninjau dan melihat permasalahan ini dari berbagai sisi. Lalu, mau berbicara dengan keluarga untuk membuat solusi.

"Kami meminta pemerintah merespons. Kami meminta dibantu karena kami ini juga rakyatnya. Tolong melihat kedua belah pihak. Jangan mentang-mentang memberikan izin sehingga hanya mendengar dari perusahaan. Benar-benar datang untuk melihat kondisi ini dan baiknya gimana," tuturnya.

Baco Jugo: Pemkot Sungai Penuh dan Pemerintah Provinsi Jambi Gelar Halal BI Halal

Tim jurnalis sudah berupaya untuk mendapatkan keterangan dari pihak Pemerintah Kota Jambi terkait permasalahan ini. Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengarahkan agar mewawancarai Kadis Kominfo Kota Jambi Abu Bakar, tetapi ia belum bisa memberikan keterangan.

"Maaf, hari ini saya full sampai dengan besok sore. Insya Allah setelah itu," kata Abu Bakar, Selasa (23/5) malam.

Sementara itu, Sekda Pemerintah Kota Jambi, Ridwan, belum memberikan jawaban apa pun meski sudah dihubungi berkali-kali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Sobar Alfahri

Tags

Terkini

X